Fakta Tentang Daging Merah

Informasi Seputar Fakta Tentang Daging Merah

Kertahui fakta tentang daging merah, karena antara banyak jenis makanan lain, daging merah kadang kala dianggap makanan yang tidak sehat.

Daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang bermwarna kemerahan. Oxford dictionary menjelaskan bahwa daging merah umumnya adalah daging sapi, daging domba, daging kambing, dan daging kuda. Daging bebek dan daging angsa juga dikategorikan daging merah. Sedangkan daging ayam, daging kelinci, dan daging babi, serta daging mamalia muda seperti daging sapi muda dan daging domba muda dikategorikan bukan daging merah (daging putih). Secara kimiawi, daging merah berwarna kemerahan karena kandungan myoglobin yang relatif lebih tinggi dibandingkan daging putih. Daging ayam hanya mengandung 0.05 persen myoglobin, daging babi mengandung 0.1-0.3 persen, dan daging sapi muda 0.4-1 persen. Sedangkan daging sapi tua memiliki 1.5 hingga 2 persen myoglobin. Dalam definisi USDA, hanya daging ayam dan daging ikan yang dikategorikan daging putih.

Secara umum, dunia kuliner dan para ahli nutrisi membagi daging menjadi dua kelompok besar, yaitu daging merah dan daging putih.

  • Daging merah adalah jenis daging yang berwarna merah saat belum dimasak. Sapi, kerbau, kambing, domba dan babi adalah anggota keluarga daging merah.
  • Daging putih adalah daging yang berwarna putih saat belum dimasak. Unggas seperti ayam, bebek dan turkey adalah para anggotanya.

Dampak bagi kesehatan

Dari dua keluarga daging tersebut, daging merahlah yang sering disalahkan atas berbagai penyakit. Mulai dari kolesterol yang tinggi, darah tinggi, hingga kanker. Bahkan pada tahun 2007, World Cancer Research Fund menyatakan bahwa daging merah merupakan penyebab kanker usus besar. Menurut para peneliti, hal ini disebabkan karena kandungan karsinogen (pencetus kanker) yang muncul saat proses memasak daging. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko terhadap kanker –khususnya kanker usus besar.

Porsi yang tepat. Untuk itu, World Cancer Research Fund menambahkan porsi yang tepat untuk konsumsi daging merah agar tidak mengganggu kesehatan. Para peneliti menganjurkan agar jumlah yang dikonsumsi dibatasi sebanyak 70 gram per hari.

Lemak pada daging merah. Kekawatiran banyak orang mengenai kandungan lemak dalam daging merah memang tidak sepenuhnya salah. Tapi kadar lemak –baik lemak jenuh maupun lemak tak jenuh– pada setiap jenis daging berbeda. Hal ini bergantung pada pemberian makanan dan pemeliharaan ternak. Para ahli menemukan bahwa daging sapi yang berasal dari sapi pemakan grass-fed cattle memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan kadar conjugated linoleic acid (CLA) yang tinggi. CLA dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan meningkatkan pertumbuhan otot tubuh. Karena itu, daging jenis ini menjadi pilihan tepat bagi Anda yang sedang menjalani diet.

Manfaat Tidak Makan Daging bagi Tubuh

fakta tentang daging merahBagi masyarakat Indonesia, daging adalah jenis lauk yang masuk dalam kategori mewah. Golongan ekonomi menengah cukup jarang mengonsumsi lauk ini kecuali dalam momen-momen tertentu semisal perayaan atau ritual adat lainnya. Sementara itu, golongan menengah ke atas cenderung lebih sering mengonsumsi daging baik dalam bentuk masakan dapur, masakan restoran atau produk olahan lainnya.

Secara umum ada dua kategori daging yang umm dikonsumsi masyarakat, yang pertama adalah daging merah dan yang kedua adalah daging putih. Kategorisasi ini dibuat berdasarkan warna daging sebelum dimasak. Daging merah terdiri dari daging sapi, kambing, kerbau, babi dan domba. Sementara itu daging putih terdiri dari daging ayam, bebek, mentok, turkey dan binatang unggas lain. Di antara keduanya, daging merah umumnya dipandang lebih berbahaya bagi kesehatan meski ia juga memiliki kandungan protein, sumber zat besi dan berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Berbagai penelitian yang dilakukan mengenai bahaya mengonsumsi daging merah—secara berlebihan—semakin menguatkan asumsi tersebut sehingga berbagai rekomendasi untuk mengurangi konsumsi daging merah bahkan menghentikannya sama sekali bermunculan. Program-program dietpun turut mempromosikan temuan ini dan jumlah vegetarian semakin bertambah dari hari ke hari. Keadaan yang demikian menjadi wajar dan masuk akal mengingat ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan mengurangi konsumsi atau menghentikan kegemaran dan atau kebiasaan konsumsi daging merah. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut;

1. Mengurangi berat badan

Sebuah penelitian besar selama lima tahun yang dipublikasikan di Journal of the Academy of Nutrition an Dietetics pada 2013 menyatakan bahwa orang tidak makan daging memiliki BMI yang lebih rendah daripada pemakan daging, dan vegetarian memiliki obesitas yang jauh lebih rendah daripada omnivora (9,4% dibandingkan dengan 33,3%).

Sebuah studi baru yang dilakukan di The Obesity Society’s tahun 2013 menemukan bahwa orang yang kelebihan berat badan yang mengikuti diet vegetarian akan berkurang lebih banyak berat daripada yang mengonsumsi daging, meskipun kedua kelompk tersebut mengonsumsi kalori yang sama.

Mengonsumsi lemak jenuh, terutama yang berasal dari daging dan produk susu—dapat meningkatkan level kolesterol dalam darah dan tingginya level kolesterol tesebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Menghindari daging secara otomatis mengurangi jumlah lemak jenuh dalam asupan makanan, dan ini akan mengurangi risiko penyakit yang berhubungan dengan jantung.

2. Mengurangi tekanan darah

Para vegetarian dan vegan memiliki penderita hipertensi lebih rendah dari pada para pemakan daging. Hal tersebut merupakan penemuan yang dipublikasikan dalam jurnal Public Health Nutrition. Peneliti mengatakan ini dikarenakan mereka cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah dan banyak makan buah dan sayuran. Hal tersebut memang kebalikannya dapat menimbulkan masalah tekanan darah tinggi.

Para pemakan daging banyak yang memiliki berat badan tinggi dan kurang makan buah dan sayuran dibandingkan dengan vegetarian. Jadi risiko hipertensi mereka akan menjadi lebih tinggi.

3. Mengurangi risiko diabetes

Studi yang dilakukan American Diabetes Association menemukan bahwa orang yang mengikuti diet vegetarian dapat menurunkan risiko gejala metabolis, risiko tersebut berhubungan dengan diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung. Subyek penelitian yang menghindari daging dan produk unggas cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah, kadar gula yang lebih rendah, begitu juga dengan pinggang yang lebih rendah daripada orang-orang yang mengonsumsi daging ataupun produk unggas.

Jadi bagi yang mungkin memiliki keturunan diabetes maka salah satu cara untuk mengurangi risiko diabetes yaitu dengan melakukan diet vegetarian atau mengurangi konsumsi daging.

4. Mengurangi risiko kanker

Pada tahun 2002, peneliti di Loma Linda University mulai melakukan studi 10 tahun dengan hampir 70.000 Seventh Day Adventists yang secara kepercayaan/agama mereka diperintahkan untuk tidak memakan daging. Penelitian tersebut menemukan adanya asosiasi antara diet vegan dan berkurangnya risiko untuk terserang beberapa tipe kanker. Peneliti juga menemukan bahwa vegetarian jarang yang memiliki kanker gastroinestinal, seperti kanker colorectal, dan wanita yang vegan juga dapat berkurang risikonya untuk kanker yang sering menyerang wanita seperti kanker payudara.

5. Tidak sulit buang air besar dan tubuh lebih langsing

Memakan lebih banyak sayuran dan buah-buahan berarti kita memakan banyak serat dan itu akan mencegah konstipasi dan meningkatkan sistem pencernaan secara keseluruhan. Buang air besar sangat penting dalam proses pencernaan. Kotoran yang menumpuk di dalam tubuh jika tidak dikeluarkan maka bisa menyebabkan timbulnya penyakit lainnya.

Manfaat tidak makan daging juga akan membuat tubuh menjadi lebih langsing karena tidak memakan banyak lemak. Tubuh yang langsing tapi sehat akan membuat penampilan kita menjadi lebih baik. Kita akan menjadi lebih percaya diri dengan penampilan kita tersebut.

Terus kunjungi situs https://obatinfertilitaspadawanita.wordpress.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga : Efek dari Penggunaan Laser untuk Kulit

Fakta Tentang Daging Merah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s